9 Juli 2014. Selamat berpesta demokrasi, teman!

Bagi saya pemilihan umum bukan hanya berpartisipasi dalam menentukan nasib bangsa melalui calon pemimpin yang dipilih, tapi juga mengenang kebersamaan bersama almarhum bapak. Beliau adalah pengagum sosok presiden pertama Indonesia, Ir. Soekarno. Jauh sebelum saya mempunyai hak suara, ada sekian banyak cerita mengenai idolanya yang keluar dari mulutnya. Kemudian, ketika umur saya beranjak menjadi 17 tahun dan bisa berpartisipasi dalam urusan coblos-mencoblos di balik bilik tempat pemungutan suara, beliau bukan lagi memberi wejangan partai mana yang sebaiknya saya pilih, melainkan cenderung mendoktrin untuk menyamakan partai yang sama dengan dirinya. Rasa cintanya kepada sosok sang proklamator rupanya mengalir sampai kepada partai politik yang dipimpin langsung oleh garis keturunannya.

Continue reading “Mengenang Bapak”