Search

Aria T. Kharisma

Not as bitter as coffee. Not as sweet as sugar.

Tag

kereta api

Tour de East Java : Move On From Jogja [Post #1]

Kisah berikut bukanlah kelanjutan dari film 5 Cm yang tahun kemarin menjadi hits di bioskop kesayangan Anda. Terinspirasi? Bisa jadi, meskipun bisa dibilang prosentasinya teramat-sangat-kecil. Sama-sama pergi berenam ke wilayah timur pulau Jawa. Jika Zafran dkk, bepergian ke Malang demi mendaki Gunung Semeru. Maka, saya dan kelima rekan menuju Banyuwangi untuk meyusuri Taman Nasional Baluran sebagai destinasi utama, yang pada perjalanan selanjutnya merambah tempat yang lainnya. Continue reading “Tour de East Java : Move On From Jogja [Post #1]”

#Jogja101 : Perihal Kereta Api.

Banyak jalan menuju Roma Jogja. Pesawat terbang, kereta api, bus antar kota, mobil pribadi, ataupun motor pribadi. Sekian kali bolak – balik Jakarta – Jogjakarta, saya lebih sering menggunakan moda pesawat terbang dengan alasan efisiensi waktu karena sebagian besar karena alasan pekerjaan.

Tersebutlah seorang teman, sebut saja Mawar (bukan korban perbuatan kriminal), mengatakan bahwa kereta api adalah moda transportasi yang romantis untuk melakukan perjalanan. Entah, apa dasar dia bisa mengatakan seperti itu. Setahu saya dia itu wanita single-belum punya pacar-apalagi suami.

Dibilang romantis, apakah karena susunan bangku hanya untuk berdua? Well, bus antar kota pun juga bisa.

Dibilang romantis, apakah karena bisa menikmati pemandangan hamparan sawah hijau yang membentang? Well, bus antar kota juga bisa. Tapi jika pemandangan dijadikan acuan, saya lebih memilih pesawat terbang yang jendelanya menyajikan hamparan langit dengan awan yang bergumul dan sinar matahari yang menyembul.

Dibilang romantis, apakah karena kereta api menyediakan charger ponsel? Sehingga komunikasi dengan yang tersayang lancar tanpa hambatan selain naik turunnya sinyal? Well, bisa jadi. Tapi, tahu kan kalau sekarang ada yang namanya powerbank?

-oOo-

Baru ini, saya melakukan perjalanan pulang pergi dari Jogjakarta – Jakarta – Jogjakarta menggunakan moda kereta api dan keesokan hari ketika bertemu dengan Mawar, dia tersenyum sedikit misterius seakan ingin menggali alasan bagaimana kesan menggunakan moda transportasi yang dia agung-agungkan itu.

Ah, Mawar… seandainya kamu tahu kalau….

1. Perjalanan saya bisa dibilang tidak romantis karena duduk bersebelahan dengan teman yang berkelamin sama dan langsung sibuk dengan memasang earphone untuk mendengarkan lagu.

2. Perjalanan saya dilakukan di malam hari, ketika mata meminta jam biologisnya untuk terpejam. Tidak ada dongeng sebelum tidur ataupun seseorang yang membenarkan posisi selimut. Romantis? Tentu tidak!

3. Iya, baterai ponsel saya bisa terisi penuh dan itu menyenangkan karena tidak ada keharusan untuk mematikannya sehingga bisa update di social media. Tapi, selanjutnya ponsel saya hilang. Romantis? You gotta be kidding me, baby!

4. Saya juga single, so why don’t we travel together?

Tiket Kereta Api Taksaka Malam
Tiket Kereta Api Taksaka Malam

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑