Search

Aria T. Kharisma

Not as bitter as coffee. Not as sweet as sugar.

Tag

Leeds

#Leeds101: Selepas Hujan

Karena hujan bukan hanya sekedar peristiwa alam. Tentang jatuhnya tetesan air yang dikirim oleh langit untuk membasuh bumi atau tentang udara dingin yang tetiba menyergap tulang. Hujan juga lebih dari sekedar petrichor yang menyeruak bersama rerumputan.

Tak hanya air, hujan juga turut menjatuhkan kenangan. Bukan hanya yang manis yang terkadang membuat senyum tertahan tapi juga pahit yang datangkan tangis berderai. Atau setidaknya desiran jantung yang serasa menghujam.

Continue reading “#Leeds101: Selepas Hujan”

#Leeds101: Stories of a Tumbler

Kembali mengingat-ingat benda apa saja yang kemarin saya bawa dalam koper menuju Leeds, yang sekiranya aura Indonesia-nya begitu terasa. Beberapa bungkus Indomie, dua pack saus sachet, dua buah kemeja batik, wayang kulit, dan sebuah selendang batik. Dua benda terakhir merupakan titipan teman di University of Birmingham sebagai souvenir untuk diberikan kepada dosen pembimbing tesisnya. Dia sempat berwanti-wanti agar saya juga jangan lupa melakukan hal yang sama, yaitu memberikan benda sebagai kenang-kenangan khas Indonesia buat siapa pun calon dosen pembimbing tesis yang namanya akan saya catat di lembaran ucapan terima kasih.

Continue reading “#Leeds101: Stories of a Tumbler”

#Leeds101: Bonfire Night

Orang-orang menengadahkan kepalanya ke arah langit. Semburat cahaya warna-warni terpapar di sana bersamaan dengan suara-suara letupan kecil. Tangan-tangan yang biasanya disembunyikan di balik saku karena menahan dingin, kini direntangkan ke atas untuk sekedar merekam keindahan percik-percik api yang bermekaran melaui telepon genggam. Dinginnya malam menjelang datangnya musim dingin tak menjadi soal, sisa-sisa hangatnya api unggun sebelum pesta kembang api dimulai, masih terasa.

Happy new year? 

No, but happy bonfire night! Continue reading “#Leeds101: Bonfire Night”

One Day Trip to Newcastle upon Tyne

Ajak temanmu yang hobi mendaki gunung. Newcastle upon Tyne sangat cocok untuk mereka yang suka berjalan pada bidang yang menaik. Jika dibandingkan Leeds dan Manchester, tingkat kemiringan tanah bisa dikatakan melebihi kota yang saya sebut. Jika selama ini biasa mendaki gunung dengan hamparan padang rumput dan rimbun pepohonan, tapi kali ini deretan gedung pertokoan peninggalan jaman dahulu kala yang mengiringi pendakian. Phew!

newcastleupontyne_1

(Salah satu sudut kota Newcastle upon Tyne) 

-oOo-

Pada suatu minggu yang absurd, dimana ada jeda sekitar satu minggu untuk rehat sejenak sebelum memulai perkuliahan yang sebenarnya. Jujur saja, mengelilingi kota Leeds belum benar-benar khatam meski sudah dua bulan lebih berada disini. Kota Newcastle upon Tyne sebenarnya bukanlah pilihan pertama saya (yang kemudian bepergian bersama dua rekan lainnya) untuk yang dikunjungi pada sesi liburan kemarin. Pilihan pertama adalah kota Liverpool. Sama seperti sebelumnya, perjalanan kali ini pun adalah one-day-trip. Pulang dan pergi di hari yang sama dan waktu tempuh dari Leeds ke Newcastle upon Tyne lebih cepat maka terpaksa rencana ke Liverpool disisihkan sementara waktu.

Informasi mengenai kota ini tidak terlalu banyak saya ketahui. Beberapa hanyalah tentang klub sepakbola dan Gateshield Millenium Bridge. Sisanya? Sebuah buku National Graphic dan tentu saja the famous GOOGLE menjadi andalan untuk dijadikan referensi.

Sekitar dua-jam-tigapuluh menit diperlukan bus dari operator megabus untuk bisa sampai di Newcastle upon Tyne. Tidak seperti biasanya, perhentian bus terakhir di kota ini bukan di bus station melainkan di tepi jalan bersebelahan dengan perpustakaan kota. Dari sini, tempat pertama yang dikunjungi adalah Laing Art Gallery yang berada persis di seberang perpustakaan.  Untuk bisa masuk ke dalam museum ini hanya diperlukan sebuah senyum manis kepada resepsionis yang tepat berada setelah pintu masuk. Iya, museum ini gratis.

newcastleupontyne_2(Jendela di Laing Art Gallery)

Gateshield Millenium Bridge, yaitu sebuah jembatan untuk pejalan kaki dan pengguna sepeda yang membentang di atas sungai Tyne. Jembatan ini menjadi unik karena termasuk dalam kategori jembatan yang bisa bergerak. Seperti halnya jembatan pada jaman dahulu yang bisa membuka dan menutup setiap ada kapal yang melintas. Hanya saja desain jembatannya yang berbeda, Gateshield Millenium Bridge berbentuk setengah elips dan desainnya modern.

newcastleupontyne_3(Gateshield Millennium Bridge)

Air sungai Tyne terlihat berwarna hitam, entah karena sedimen di bawahnya atau memang kotor. Tapi tenang saja, tidak seperti sungai Ciliwung yang kerap mengeluarkan aroma tak sedap. Disini kita bisa menghirup napas sebanyak-banyaknya. Di sisi sungai ada sebuah tempat untuk beristirahat dimana  hamparan pasir pantai lengkap dengan kursi untuk berjemur. Jadi meski menghadap sungai, anggap saja sedang berada di pantai apalagi dilengkapi dengan banyak burung-burung yang berterbangan. So, don’t forget your bikini!

 newcastleupontyne_4(Deretan kursi pantai di pinggir sungai Tyne)

-oOo-

Dari kawasan Sungai Tyne, perjalanan menanjak dilakukan menuju pusat kota. Deretan bangunan tua yang entah pada jaman dulu berfungsi sebagai apa, sekarang menjelma menjadi pertokoan, restoran, dan bank. Ketika sampai diatas, ada sebuah monumen tinggi dengan sebuah patung di puncaknya, menjadi pusat berkumpul masyarakat. Seperti biasa, saya sembari memperhatikan toko sekitar yang sekiranya menjual kartu pos dan ujung-ujungnya dapat di Waterstones.

Hal lain yang juga menjadi salah satu daya pikat kota ini adalah klub sepakbola lokalnya yang turut berlaga di Barclays Premier League, Newcastle United. Klub dengan lambang kuda laut yang saling berhadapan ini memiliki markas di pusat kota. Ketika sampai disana mata ini cukup dibuat kaget karena ternyata tampak luar, ukuran stadionnya tidak terlalu besar.

newcastleupontyne_5(Newcastle United)

Semenjak dari Leeds hingga melewati pertengahan hari, langit masih saja diselimuti awan mendung. Tidak begitu pekat, tapi langit biru khas Eropa berganti warna menjadi abu-abu. Bahkan dalam perjalanan tadi, serangan kabut begitu setia menemani sepanjang duduk di perjalanan menggunakan bus. Meski sebelumnya perkiraan cuaca mengatakan kalau tidak akan hujan, tapi melihat langit dan kabut yang muncul menjadi sedikit was-was.

Meninggalkan stadion, kaki-kaki kami bergegas menuju Discovery MuseumMuseum ini cocok untuk dikunjungi oleh keluarga dan dari kalangan usia manapun. Mulai dari sejarah berdirinya kota Newcastle upon Tyne hingga alat peraga yang berhubungan dengan fisika dan hampir semuanya bisa dicoba.

newcastleupontyne_6(Terbalik? Tidak!)

Cukup lama waktu yang dihabiskan untuk menjelajahi museum ini karena ada banyak ruangan dan memiliki koleksi tematik yang berbeda-beda. Lanjut dari sini, sekitar hampir sepuluh menit perjalanan dengan berjalan kaki kami menuju Life Science Centre. Sayangnya, kunjungan terakhir ini berbuah kekecewaan. Bukan karena museum sudah tutup atau tidak buka, tapi karena harus mengeluarkan beberapa poundsterling untuk bisa masuk. Berhubung kami adalah turis yang berniat tidak mengeluarkan uang terkecuali untuk transportasi (dan kartu pos), maka kami memutuskan untuk langsung menuju tempat megabus akan mengangkut kami kembali pulang ke Leeds.

-oOo-

Masih ada sekitar satu jam lebih sebelum bus yang kami tunggu datang. Salah seorang dari kami mengusulkan untuk mampir (sejenak) ke Newcastle University dan Civic Centre yang berada tepat di depan lokasi kampus berada. Meski ada sedikit rintik hujan tak jadi masalah, toh sebentar lagi juga pulang.

newcastleupontyne_7(Newcastle University)

-oOo-

Berjalan-jalan di kota ini memang butuh stamina. Seperti yang tadi sudah disebutkan, kota ini banyak memiliki kontur jalanan yang menanjak dan menurun. Jadi sebisa mungkin menggunakan sepatu yang nyaman. Karena letaknya yang juga berdekatan dengan laut, angin yang berhembus juga terasa cukup kencang ketimbang di Leeds.

Rekapitulasi Pengeluaran :

  • Tiket bus Leeds – Newcastle upon Tyne : £11 return (sudah termasuk biaya administrasi pemesanan online)
  • Makan siang : £0 (bawa bekal)
  • Transportasi di Newcastle upon Tyne : £0 (jalan kaki)
  • Beli kartu pos : £5
  • Total pengeluaran : £16

Click or copy-paste the link to your browser for more pictures : http://goo.gl/NG5qYJ

Bertandang Ke Old Trafford

Jika saya disuruh menuliskan daftar keinginan selama hidup di dunia, maka mengunjungi markas besar Manchester United bakalan masuk di dalamnya. Bisa menginjakkan kaki di Old Trafford bukan hanya menggenapi rasa cinta saya dengan klub berjuluk Setan Merah alias Red Devil. Meskipun jika disandingkan dengan fans yang lain, mungkin saya belum ada apanya. Apalagi jika dihadapi dengan mereka yang menganggap klub bola kesayangan sebagai agama kedua.

Tulisan ini tidak langsung bermula di depan gerbang Old Trafford. Biar lebih santai sedikit, dimulainya dari proses keberangkatan saya dari Leeds. Tapi seumpama mau di-skip, silakan geser kursor anda sedikit lebih cepat.

-oOo- Continue reading “Bertandang Ke Old Trafford”

#Leeds101 : Orang Indonesia (Part 2)

Kebanyakan pintu yang tersebar di kampus sini, jika tidak terbuka secara otomatis seperti kebanyakan pintu mall yang sering kalian singgahi, adalah seperti pintu yang harus didorong atau ditarik yang akan kembali menutup dengan cepat. Semacam pintu di film koboi, hanya saja dia tidak menggantung. Sama seperti pintu pada umumnya. Nah, dikarenakan pintu yang manual tadi dengan cepat menutup, maka mau-nggak-mau (harus) ada kesadaran bagi orang yang membuka untuk menoleh ke belakangnya apakah ada orang atau tidak, untuk sekedar menahan pintu. Continue reading “#Leeds101 : Orang Indonesia (Part 2)”

#Leeds101 : 18 Juli 2014

Harusnya posting-an ini ditulis jauh-jauh hari. Tapi apa daya, baru sempat sekarang. Tulisan kali ini akan dimulai ketika pesawat yang saya tumpangi mendarat dengan aman dan selamat di Bandara Manchester (MAN) tanggal 18 Juli kemarin. Untuk cerita sebelum keberangkatan dari Jakarta, saya butuh berpikir banyak untuk bisa menuliskannya. Tapi yang pasti, itu adalah salah satu kejadian yang bakalan sulit bisa dilupakan.

Jadi, mohon pasang dan kencangkan sabuk keselamatan. Tegakkan sandaran kursi. Melipat meja di depan serta pastikan penutup jendela di samping Anda dalam keadaan terbuka, karena cerita akan segera dimulai!

-oOo- Continue reading “#Leeds101 : 18 Juli 2014”

Blog at WordPress.com.

Up ↑