Search

Aria T. Kharisma

Not as bitter as coffee. Not as sweet as sugar.

Tag

personal

What Happens in Leeds Stays in Leeds

Meski detik adalah salah satu satuan waktu yang terkecil, tetaplah tidak ada manusia yang bisa menerka apa yang bakalan terjadi satu detik dari sekarang. Karena hidup selalu diwarnai dengan kejutan yang terkadang berujung bahagia atau nestapa yang menderaikan air mata. Dan bukan hanya waktu yang memasang ranjau-ranjau penuh misteri yang siap mengejutkan manusia tapi juga tempat yang baru. Continue reading “What Happens in Leeds Stays in Leeds”

#Leeds101 : 18 Juli 2014

Harusnya posting-an ini ditulis jauh-jauh hari. Tapi apa daya, baru sempat sekarang. Tulisan kali ini akan dimulai ketika pesawat yang saya tumpangi mendarat dengan aman dan selamat di Bandara Manchester (MAN) tanggal 18 Juli kemarin. Untuk cerita sebelum keberangkatan dari Jakarta, saya butuh berpikir banyak untuk bisa menuliskannya. Tapi yang pasti, itu adalah salah satu kejadian yang bakalan sulit bisa dilupakan.

Jadi, mohon pasang dan kencangkan sabuk keselamatan. Tegakkan sandaran kursi. Melipat meja di depan serta pastikan penutup jendela di samping Anda dalam keadaan terbuka, karena cerita akan segera dimulai!

-oOo- Continue reading “#Leeds101 : 18 Juli 2014”

#Jogja101 : Unpublished Girlfriend

“Kapan kawin?”

“Masih jomblo aja!”

“Cari pacar, gih! Gak bosen apa sendirian melulu!”

Dulu sih sempat jengah dengan lontaran pertanyaan macam tersebut, tapi seiring berjalannya waktu dan pengalaman untuk makan manis, asam dan asinnya kehidupan terus bertambah kayanya telinga ini sudah cukup kebal menerimanya. Apalagi sampai kepikiran dan kemudian sakit hati. Duh!

Continue reading “#Jogja101 : Unpublished Girlfriend”

Protected: 28 Things to Do Instead of Knowing I’m 28

This content is password protected. To view it please enter your password below:

Sepenggal Kisah Di Penghujung 2013

Salah satu hari di penghujung bulan Desember tahun 2013.  Saya “berkesempatan” untuk kembali mengunjungi kantor yang hampir selama 6 bulan ditinggalkan. Kangen? Pasti adalah meski sedikit, tapi alasan pertama saya kesana adalah karena ada beberapa hal yang harus diurus sebelum kembali lagi ke Jogja dan berganti status sebagai mahasiswa.

Hari itu adalah Jum’at. Dari rumah saya berangkat dari rumah hampir jam setengah sembilan. Sebuah waktu yang bisa dikatakan bukan lagi jam sibuk. Hampir enam bulan tidak menggunakan jasa commuter line, saya sudah lupa jam keberangkatan pastinya. Yang terlintas dibenak saya adalah kereta tidak terlalu penuh sesak karena mayoritas pengguna kereta di pagi hari adalah pekerja kantoran.  Continue reading “Sepenggal Kisah Di Penghujung 2013”

#Jogja101 : Treat My Self :)

Just as the rainbow that appears after the rain, or the flowers are blooming after the snow melts. That’s what I felt after took the IELTS exam on last Saturday. Exam that made me and maybe some of my friends like being haunted by terror during the last few weeks. Thank God, none of us who have to get sick and hospitalized, hahaha! Actually, I’m so nervous but I was determined to do the best I can and get through the exam as well as a prince have to fight a giant dragon to save a princess from the old witch.

Now, the rainbow of that Saturday was a ticket of musical event held in Jogja, Jazztraffic. A few days ago, I had been planning to go there after the exam, but rain down fairly heavy on that day with a long enough duration. I’m so worried about that.

Continue reading “#Jogja101 : Treat My Self :)”

#Jogja101 : Hardest Week Ever!

ARRGGGHHH, HARDEST WEEK EVER!

As I write this, maybe I could say I ‘m on a race against time, while listening to some songs that can make me at least fells a lil excited. Actually, the time is running  according to the its rhythm. Second to minute, minute to hour, hour to day, day to week, week to month, and month to year. But hell yeah, it’s just that sometimes I too often been slow and only realized when the word “deadline” appears to my eyes. Ah,  my time management seriously bad!

Starting from last week, my class schedules suddenly become dense and filled with uncertainty. Sometimes the time schedule is changed in the “last minutes”, took place at the weekend like Saturday and I wish never on Sunday. Some assignments “resurfaced”, hoping to be resolved. I seriously regret why I’m not “repay” the assignments one by one?!

This week, I’m concentrating to the IELTS test. Honestly , I was not as confident as when working on the TOEFL test. Bismillah, for this I’ve been training and hope that I will be fine in working on the actual test this Saturday and after that it’s all coming back to God.

-0Oo-

“Say what you want to say
And let the words fall out
Honestly I wanna see you be brave” (Sara BareillesBrave)

Pic source : http://assets.pearsonschool.com/
Pic source : http://assets.pearsonschool.com/

#Jogja101 : Between Rain, Red Coat, and Silver Umbrella.

Rain in Yogyakarta. Not so much difference with the rain I’ve ever tasted in other cities. The way of how rain fall from the sky is still the same, and with the same black cloud formation. However, the rain here is more soothing. Not a lot of upheaval. Fell straight down because just few strong wind gusts. Rarely roar and flash of lightning.

This month, as always, you must prepare for winter. You waiting for the snow and I welcoming the rain. But it doesn’t matter, both are from the same material. I remember, some time ago, I had seen a picture of a beautiful red coat that was on your instagram account, from the caption you wrote, it turns out it was a gift from someone. What is clear, from the “love emoji” that you’ve inserted, certainly it from someone special. Oh, I wish I could give a “dislike” on the picture.

In my story, your red coat turned into a silver-colored umbrella. Someone loaned it to me when we first met. It was about four in the afternoon, but the sky has looked blackened, yeah… it will rain. The meeting runs short, no two of coffee cups arranged on the table, there is no piece of rainbow cake. She couldn’t talk long time at that time, there are several matters regarding the course to be completed by her. A moment before we parted, she gave me that silver-colored umbrella.

“You can take this umbrella, because I had two.”

Why is she carrying two umbrellas? I never asked.

-oOo-

The umbrella, do I have to take a picture and upload to instagram with the caption as sweet as you wrote for that red coat? Ah, it’s useless, even we do not follow each other! But, If only you knew that I often peek and stalk on your twitter, instagram, facebook and more , and I hope you do too. PS : I left one special spot so you can add me on Path account.

pic source : http://mayhemandmuse.com/
pic source : http://mayhemandmuse.com/

Selamat berpuasa. Mohon maaf atas segala salah dan lupa

…dan manusia adalah tempatnya salah dan lupa.

-oOo-

Setinggi-tingginya manusia sebagai mahluk Tuhan yang paling sempurna, sekecil apa pun kesalahan pasti pernah diperbuat. Akal sehat, kemampuan berpikir, ditambah dengan daya rasa hati bernama perasaan terkadang kurang mampu untuk membendung niat-niat jahat yang semula berbungkus ‘ke-iseng-an belaka’ atau ‘hanya bercanda’.

Keceriaan yang pernah dilalui bersama, manusia mana yang bisa menerka kalau satu diantara kita ada yang terluka. Meski sama-sama mengeluarkan tawa yang sama, siapa yang menyangka kalau satu diantara kita justru teriris hatinya? Kesedihan yang dibagi bersama, dengan deraian air mata, adakah yang bisa mengira kalau ada satu diantara kita justru tertawa bahagia?

Pernah, tangan ini terulurkan kepadamu. Meringankan beban yang saat itu membatu dipundakmu?

Senyum manis kau sembahkan padaku sembari ucapan terima kasih mengalun pelan dari bibirmu. Puja puji berhambur kepadaku seakan aku adalah malaikat penyelamatmu.

Ah, andai saja kau tahu ada sekian persen pamrihku saat itu.

Sekali, tangan ini mengusap air mata yang mengalir di-pipi-mu. Merapatkan pundak untuk sekedar kepalamu melabuh. Membuka telinga untuk menampung segala keluh kesah yang kau tumpah.

Ah, lagi-lagi kau salah!

Tadi itu ibarat sandiwara di malam perpisahan sekolah dan aku berperan sebagai antagonisnya.

Semisal hari ini lebih panjang, mungkin tak akan tertampung kisah lukamu akibatku.

Entah kenapa hari ini aku berkisah?

Basa-basikah menjelang esok hari kita semua berpuasa?

Entahlah apa itu, semoga tak ada lagi pengakuanku ini yang kembali berulang pada esok waktu.

-oOo-

Selamat berpuasa.

Mohon maaf atas segala salah dan lupa.

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑